LAPORAN
DASAR
DASAR KOMUNIKASI
STUDI
KHALAYAK
HAMA
DAN PENYAKIT IKAN

KELOMPOK
6
Niki
ristanto Erlin andriyani
Ahmad
alfani Dewi sri baningsih
Donny Melda
Evi
Taufik
setiadi
AGROBISNIS
PERIKANAN KONSENTRASI PENYULUHAN PERIKANAN
UNIVERSITAS
MULAWARMAN
2014
HAMA
DAN PENYAKIT PADA IKAN
DI
DESA LUBUK SAWAH KECAMATAN SUNGAI PINANG DALAM
1. Lokasi :
a.
Desa
: Lubuk sawah
b.
Kecamatan : Sungai pinang
c.
Kota
: Samarinda
2.
LATAR
BELAKANG
Penyakit
ikan merupakan salah satu kendala dalam usaha budidaya perikanan. Hal ini
disebabkan karena wabah penyakit dapat menimbulkan kematian ikan maupun udang
budidaya. Tingginya tingkat kematian ikan budidaya dapat menurunkan produksi
perikanan sehingga nilai pendapatan yang diperoleh menjadi turun jika
dibandingkan dengan jumlah modal yang harus dikeluarkan untuk keperluan
budidaya seperti pembelian benih, pakan, pembuatan tambak atau kolam, upah
tenaga kerja dan lain sebagainya.
Organisme
yang diserang penyakit pada umumnya berasal dari kelompok hama, parasit, dan
non parasit. Namun, yang paling banyak menimbulkan kerugian adalah penyakit
yang disebabakan oleh parasit. Penyakit yang disebabakan oleh parasit biasanya
sulit untuk dideteksi oleh para petani ikan karena terdapat banyak parasit yang
dapat menimbulkan penyakit dengan gejala yang sama. Kerugian yang ditimbulkan
oleh parasit bergantung pada beberapa faktor, yaitu umur biota yang sakit,
persentase populasi yang terserang penyakit, parahnya penyakit, dan adanya
infeksi sekunder. Parasit yang dapat menyerang organisme budidaya adalah dari
jenis virus, bakteri, jamur, protozoa, golongan cacing dan udang renik.
Serangan parasit biasanya terjadi pada kolam yang kualitas airnya buruk atau
kolam yang tidak terawat.
Faktor
lain yang membuat kerugian adalah
pengetahuan yang dimiliki untuk
mendeteksi parasit tersebut. Hal ini sangat membahayakan para petani ikan
karena akan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Dalam usahanya mereka
menggunakan lokasi yang dekat dengan perkebunan dan tambang batubara yang
menyebabkan kualitas air yang tercemar karena limbah tambang dan pemakain
pestisida oleh perkebunan sekitar kolam.
Sehubungan
dengan hal tersebut, maka perlu di adakan studi khalayak di desa lubuk sawah
kecamatan sungai pinang dalam kota samarinda, di maksudkan guna mendapatkan
permasalahan yang di hadapi khususnya menyangkut mengenai masalah hama dan
penyakit pada ikan.
II. TUJUAN DARI STUDI
KHALAYAK
Tujuan
dari studi khalayak :
1.
Mengetahui
permasalahan sebenarnya tentang hama dan penyakit pada ikan.
2.
Berusaha
mencari solusi pemecahan masalah yang berhubungan dengan hama dan penyakit pada
ikan.
III. METODE YANG DI GUNAKAN
Untuk mengetahui permasalahan
hama dan penyakit yang di hadapi dalam pembenihan ikan di desa lubuk sawah
kecamatan sungai pinang dalam kota Samarinda maka di lakukan :
1.
Wawancara
dengan staf dibalai karantina ikan Samarinda
2.
Wawancara
dengan beberapa petani ikan
3.
Studi
pustaka untuk melengkapi dan mengetahui tentang hama dan penyakit pada ikan
IV. HASIL
STUDI KHALAYAK
1.
Alasan
Pemilihan Lokasi
Desa
lubuk sawah kecamatan Sungai Pinang kota Samarinda, masyarakatnya sebagian
besar petani dan pembudidaya. Dengan lokasi pada dataran rendah, dengan curah hujan yang cukup dan
kondisi perairan yang kurang baik, sehingga hal ini yang menjadikan alasan
dipilihnya desa ini sebagai objek studi khalayak dengan mengetahui permasalahan
yang ada dalam budidaya.
2.
Permasalahan
Berdasarkan
hasil survey dilapangan serta hasil wawancara dengan masyarakat dan petani ikan
didesa Lubuk Sawah dapat diketahui bahwa permasalahan yang sering dihadapi oleh
petani ikan dalam budidaya ikan yaitu kurang begitu memahami cara menanggulangi
hama dan penyakit secara benar.
3.
Letak
Geografis
Desa
Lubuk Sawah terletak dikecamatan Sungai Pinang kota Samarinda Provinsi
Kalimantan Timur dengan tofografi termasuk dataran rendah dan bersuhu rata rata
28˚C.
4.
Tujuan
Desain Pesan
Dari
permasalahan-permasalahan yang sudah dijelaskan diatas, maka kami tertarik
untuk mencoba mencari solusi pemecahan-pemecahan tersebut dengan harapan untuk
dapat memberi jalan keluar atas kurangnya pengetahuan untuk menanggulangi hama
dan penyakit pada ikan.
Berusaha
memberitahukan kepada masyarakat akan cara-cara penanggulangan hama dan
penyakit dari tahap pencegahan, karantina sampai ketahap penaggulangannya.
V.
KERANGKA PESAN / OUT LINE FOLDER
1.
Topik
Topik pembuatan studi khalayak
ini adalah bahwa saat ini permintaan akan bibit ikan dimasyarakat semakin
meningkat. Namun, kurangnya akan pengetahuan tentang penaggulangan hama dan
penyakit pada ikan yang mengakibatkan permintaan akan bibit ikan kurang
terpenuhi. Oleh karena itu, topik ini akan mengambil judul : ”Penanggulangan
Hama dan Penyakit Pada Ikan”.
2.
Judul
Dalam menginformasikan tentang
cara-cara penanggulangan hama dan penyakit pada ikan, kami mencoba menggunakan
media folder. Adapun judul yang diambil dalam pembuatan folder ini adalah :
“Hama dan Penyakit Pada Ikan.
3.
Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Tujuan intruksional umum dalam
peulisan folder ini adalah : memberi
pengetahuan kepada masyarakat dan petani ikan tentang cara
penanggulangan hama dan penyakit pada ikan secara baik dan benar.
4.
Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah membaca folder ini
diharapkan masyarakat dan petani ikan dapat mengeti bagaimna cara pencegahan
dan penanggulangan hama dan penyakit pada ikan yang di harapkan dapat menunjang
keberhasilan guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan bibit ikan.
5.
Pokok – Pokok Materi
a.
Gambaran
umum tentang hama dan penyakit pada ikan
b.
Tahap
pencegahan
c.
Tahap
penanggulangan
IV. STORY
LINE/SINOPSIS
Penyakit ikan adalah
segala sesuatu yang dapat menimbulkan gangguan pada ikan, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Gangguan terhadap ikan dapat disebabkan oleh organisme
lain, pakan, maupun kondisi lingkungan yang kurang menunjang kehidupan ikan. Dengan
demikian timbulnya serangan penyakit ikan di kolam merupakan hasil interaksi
yang tidak serasi antara ikan, kondisi lingkungan dengan organisme penyakit.
Interaksi yang tidak serasi ini telah menyebabkan stress pada ikan, sehingga
mekanisme pertahanan diri yang dimikinya menjadi lemah dan akhirnya mudah
diserang oleh penyakit.
Perkembangan dan
keseriusan suatu penyakit dalam akuakultur meliputi suatu interaksi yang
kompleks antara tingkat virulensi patogen, derajat imunitas inang, kondisi
fisiologis dan genetic hewan, stress dan padat tebaran. Secara umum
faktor-faktor yang terkait dengan timbulnya penyakit merupakan interaksi dari 3
faktor, yaitu inang, patogen, dan lingkungan atau stressor eksternal (yaitu
perubahan di lingkungan yang tidak menguntungkan, tingkat higienik yang buruk
dan stress) (Austin dan Austin, 1999).
Sakit pada ikan yaitu
suatu keadaan abnormal yang ditandai dengan penurunan kemampuan ikan secara
gradual dalam mempertahankan fungsi-fungsi fisiologik normal. Pada keadaan
tersebut ikan dalam kondisi tidak seimbang fisiologisnya serta tidak mampu
beradaptasi atau menyesuaikan diri dengn kondisi lingkungan. Timbulnya sakit
dapat akibat infeksi patogen yang dapat berupa bakteri, virus, fungi atau
parasit. Sakit dapat pula akibat defisiensi atau malnutrisi, atau sebab-sebab
lain. Ikan yang sakit akibat infeksi dikatakan sebagai ikan terkena penyakit
infeksi, demikian pula jika ikan sakit akibat defisiensi nutrien dapat
dikatakan sebagai ikan terkena penyakit defisiensi nutrien.
Penyakit
meliputi penyakit infeksi dan bukan infeksi. Penyakit infeksi merupakan masalah
utama, meliputi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, fungi
dan parasit. Menurut Kinne (1980), penyakit pada hewan perairan dapat disebabkan oleh cacat
genetic, cidera fisik, ketidakseimbangan nutrien, patogen dan atau polusi.
Dinamika
infeksi, berat-ringannya penyakit serta penularan penyakit dalam suatu populasi
atau antara dua atau lebih populasi ikan, serupa dengan yang terjadi pada hewan
terrestrial dan manusia. Akan tetapi karena lingkungan air, maka dinamika
penularan penyakit menjadi berbeda, karena air akan memfasilitasi penyebaran
agensia penyebab penyakit.
Penyakit
infeksi menjadi ancaman utama keberhasilan akuakultur. Pemeliharaan ikan dalam
jumlah besar dan padat tebaran tinggi pada area yang terbatas, menyebabkan
kondisi lingkungan tersebut sangat mendukung berkembangnya dan penyebaran
penyakit infeksi. Kondisi dengan padat tebaran tinggi akan menyebabkan ikan
mudah stress sehingga menyebabkan ikan menjadi mudah terserang penyakit. Selain
itu, kualitas air, volume air dan alirannya berpengaruh terhadap berkembangnya
suatu penyakit. Populasi yang tinggi akan mempermudah penularan karena
meningkatnya kemungkinan kontak antara ikan yang sakit dengan ikan yang sehat.
Pada
umumnya penyakit infeksi bersifat musiman, terutama pada daerah tropis. Di
daerah sub tropis seperti Amerika Serikat, wabah penyakit infeksi umumnya
terjadi pada bulan Maret – Juni dan September – Oktober, ketika suhu air
mencaai 20 – 28oC. Kisaran suhu tersebut merupakan suhu optimum bagi
sebagian besar patogen ikan (Plumb, 2001).
Wabah
penyakit infeksius bisa bersifat akut dengan tingkat mortalitas yang tinggi
dalam jangka waktu singkat, sub akut maupun kronis dengan mortalitas
berlangsung hingga beberapa minggu sejak munculnya wabah
Penularan patogen
atau penyakit dari satu individu ke individu lainnya dapat melalui dua cara,
yaitu penularan vertikal dan horizontal. Penularan vertikal yaitu patogen
ditularkan dari salah satu atau kedua induknya ke anaknya melalui sel
kelaminnya. Adapun penularan horizontal meliputi penularan patogen dari
individu satu ke lainnya melalui kontak langsung air, udara, atau hewan perantara.
Densitas
ikan di alam bebas lebih rendah dari densitas ikan pada kolam pemeliharaan dan
konsentrasi patogen ikan yang terinfeksi dengan cepat akan mengalami penurunan
(dilusi) akibat volume air yang relatif besar, dengan demikian frekuensi
insiden infeksi ikan di alam bebas relatif lebih rendah dibandingkan dengan
ikan budidaya.
Meskipun
sejumah insiden wabah penyakit pada perairan umum telah menyebabkan penurunan
sejumlah spesies ikan, tetapi ancaman utama penurunan populasi atau
musnahnya spesies ikan di alam bebas datang dari over fishing dan
polusi perairan.
Karena kondisi lingkungan
budidaya, populasi ikan budidaya menjadi lebih rentanterhadap
patogen. Sejumlah penelitian melaporkan bahwa ikan budidaya terkena serangan
wabah penyakit yang ditularkan oleh ikan liar yang sakit. Penularan ikan juga
dapat terjadi sebaliknya, yaitu dari ikan budidaya yang sakit dan menulari ikan
di alam bebas. Dalam hal yang terakhir disebutkan, penekanan utama adalah
kemungkinan ikan liar terinfeksi oleh spesies patogen baru yang
berasal dari ikan-ikan budidaya. Spesies patogen baru tidak terhindarkan lagi
mengingat bahwa perkembangan global memungkinkan pengenalan ikan-ikan asing
masuk untuk keperluan budidaya baik untuk keperluan konsumsi maupun ikan hias
atau hobi.
Kehadiran
parasit atau bakteri patogen dalam air kolam budidaya mungkin bersifat laten,
tetapi karena sesuatu hal dapat terjadi perubahan dari laten menjadi patogenik,
antara lain karena adanya perubahan dalam :
1. konsentrasi
oksigen
2. konsentrasi
karbon dioksida
3. amonia
4. kandungan
materi organik, dan
5. populasi
mikroba
V.
PENYUNTING NASKAH
Kegiatan selanjutnya adalah memilah dan memilih
bahasa yang akan di gunakan dalam folder sehingga mudah di mengerti oleh
khalayak. Kemudian keterangan dalam studi khalayak dan synopsis di pilih atau
di sunting sesingkat – singkatnya dan sejelas mungkin sehingga apa yang
tertulis dalam folder dapat di gunakan sebagai informasi yang mudah di pahami
oleh khalayak.
VI. LAYOUT FOLDER
1.
Format folder
Format foldermdi buat
dengan model dua lipatan kedalam dengan menggunakan kertas ukuran costum size
11,69 x 8,27 inchi, halaman depan merupakan judul yang menggambarkan seluruh
isi folder. Gambar berkaitan dengan folder serta sub bab dengan informasi yang
saling berkaitan satu dengan yang lain, sehingga merupakan informasi yang
bertahap dan lengkap yang dapat di mengerti dan di pahami oleh khalayak.
Halaman terakhir folder merupakan identitas pembuat folder dengan harapan
apabila khalayak ingin menanyakan sesuatu tentang isi folder dapat langsung
menghubungi.
2.
Cover folder
Cover dari folder di
rancang sesuai dengan informasi yang di sampaikan pada isi folder. Cover folder
berjudul “Hama Dan Penyakit Pada Ikan” dengan gambar foto berupa lambang
fakultas perikanan dan ilmu kelautan universitas mulawarman. Kemudian pada
cover folder di cantumkan pula nama lembaga dan lambang dengan latar belakang
hijau yaitu pada Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman.
3.
Ukuran jenis dan Warna kertas
a.
Ukuran jertas yang di gunakan dalam folder ini
yaitu 8,27 x 11,69 inchi
b.
Jenis kertas yang digunakan adalah kertas HVS
c.
Warna dasar kertas putih dengan di kombinasikan
dengan huruf dan gambar foto berwarna yang akan tampak menarik.
4.
Ukuran, jenis dan warna huruf
Ukuran, jenis dan warna
huruf berfariasi. Untuk judul cover, ukuran hurufnya 14 point, dengan jenis
huruf yang di gunakan adalah arial rounded mt bold menggunakan warna biru. Di
tambahkan pula pada sub judul menggunakan shapes spesifikas rounded rectangle.
VII.
EVALUASI MEDIA
Evaluasi media ini di
maksudkan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pengetahuan khalayak setelah
menerima isi pesan informasi ini, dan sampai sejauh mana khalayak menyerap
informasi yang di sampaikan. Dalam informasi ini berisi tanggapan khalayak
tentang isi pesan dengan menggunakan media. Evaluasi media ini dapat di lihat
pada halaman lampiran.
DAFTAR
PUSTAKA
Sri
Rejeki N. Dan Herawati FA (1999). Dasar –
Dasar Komunikasi untuk Penyuluhan, Universitas Atmajaya. Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar